• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home
http://perpustakaanjambi.com/images/banner6/header_05.jpghttp://perpustakaanjambi.com/images/banner6/header_02.jpg

Lomba bercerita tingkat nasional 2012

Email Cetak PDF

 

 

MUTHIA NUR TSABITHA:

“NO CRESCENT MOON BUT FULL MOON FROM JAMBI”

Wakil dari Provinsi Jambi dalam rangka mengikuti Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI Tingkat Nasional tahun 2012 di Jakarta adalah Muthia Nur Tsabita, Muthia adalah siswa SD Negeri 81/II Muara Bungo kelas IV RSBI merupakan anak dari pasangan bahagia Mohammad Fauzi Argan, SE dan Feerlie Moonthana Indhra, S.Pd.,MM. Muthia mempunyai segudang prestasi yang mencengangkan untuk ukuran seusianya, dari tahun 2009 s.d. 2012 tidak pernah terlewatkan sedikitpun prestasi selalu ditorehkannya, dan yang paling fenomenal adalah menjadi Juara I Lomba Bercerita bagi SD/MI Tingkat Nasional tahun 2012 di Jakarta baru-baru ini.

Tapi dari sederet prestasi yang pernah diraihnya mayoritas adalah dalam hal bercerita, ini terbukti dari beberapa penghargaan yang pernah diterimanya diantaranya:

1. Juara III Lomba Mewarnai Tingkat Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Bungo tahun 2009

2. Juara Harapan III Lomba Bercerita Tingkat SD se-Kabupaten Bungo tahun 2009

3. Juara I Lomba Bercerita Tingkat SD se-Kabupaten Bungo tahun 2010

4. Juara I Pendongeng Cilik Tingkat Provinsi Jambi tahun 2010

5. Juara III Lomba Bercerita (FLS2N) Tingkat SD Provinsi Jambi tahun 2011

6. Juara I Lomba Bercerita Tingkat SD se-Kabupaten Bungo tahun 2012

7. Juara I omba Bercerita Tingkat SD/MI se-Provinsi Jambi tahun 2012

8. Juara I Lomba Bercerita bagi SD/MI Tingkat Nasional tahun 2012 di Jakarta

Selain talent yang begitu kuat dalam dirinya, juga ia tak pernah bosan-bosannya untuk terus berlatih dan berlatih dengan ditemani sang bundanya sekaligus pelatih bagi dirinya dalam bidang olah seni dan bercerita. Ibu Feerlie adalah seorang guru yang juga sangat menguasai bidang seni dan budaya Jambi, semenjak ia melihat bakat anak tercintanya, ia dengan sigap mengembangkan bakat terpendam anaknya untuk dibentuk dan diarahkan sesuai dengan skill yang dimilikinya.

Muthia Nur Tsabita patut berbangga memiliki orang tua yang terus mengasah bakatnya hingga dalam usia yang masih sedini ini telah menjelma menjadi juara I di tingkat Nasional. Sebenarnya Muthia datang ke Jakarta ditemani oleh sang bundanya tercinta, Kepala Sekolah dan salah seorang pendamping dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi yaitu ibu Samirdah, S.Pd., dalam keadaan apa adanya, datang ke Jakarta hanya mengandalkan bakat, motivasi dan spirit dari kedua orang tuanya, dan Kepala Sekolah yang dicintainya, dengan segala rasa penasaran dan kemauan yang keras menjadikannya tidak merasa gentar menghadapi pesaing-pesaing terbaik dari provinsi lain se Indonesia. Namun tidak bisa dipungkiri pesaing-pesaing terberatnya adalah datang dari daerah Pulau Jawa yang tidak asing lagi banyak memiliki pencerita-pencerita handal dan mentor-mentor yang berpengalaman seperti Provinsi DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur sehingga membuat Muthia merasa minder, belum lagi dari provinsi lain seperti halnya Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan, termasuk Provinsi Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Riau, dan Sumatera Barat.

No crescent moon but full moon from Jambi maksudnya adalah seiring dengan nama ujung Muthia yaitu Nur Tsabitha yang artinya kira-kira cahaya bulan sabit, namun karena kegemilangannya berprestasi di tingkat nasional menjadikannya sebagai full moon (bulan purnama) yang begitu terang benderang menerangi seantero jagat, menjadi pusat perhatian karena keindahannya, kesejukannya dan lain sebagainya. Itulah Muthia Nur Tsabitha wakil dari Provinsi Jambi yang mampu membanggakan dirinya, keluarganya, sekolahnya, Provinsi Jambi juga Bangsa Indonesia.

Untuk lebih jelas marilah kita flashback keberhasilannya menjadi yang terbaik di tingkat Nasional di Jakarta. Kegiatan Lomba Bercerita bagi SD/MI Tingkat Nasional tahun 2012 dilaksanakan pada tanggal 9 s.d.11 Oktober 2012 bertempat di Hotel Marlyn Park Hotel Jl. KH. Hasyim Ashari No. 29-31 Jakarta Pusat.

Rabu, 10 Oktober 2012 adalah babak penyisihan yang menegangkan bagi semua peserta termasuk Muthia, ia terlihat gugup sebelum tampil di panggung. Bunda, Ibu Kepala Sekolah dan pendampingnya menghibur dan memberikan semangat agar jangan memperdulikan siapapun yang penting dapat bercerita dengan maksimal.

Saat tampil dihadapan para peserta dan tim juri dan penonton, rasa gugup semakin kencang, namun dengan pengalaman sebelumnya lambat laun ia dapat menguasai panggung dengan baik. Pada babak penyisihan ini Muthia memakai seragam sekolah dan membawakan cerita Rakyat Jambi yang berjudul Bujang Jambi yang mengkisahkan tentang kecantikan Putri Selaras Pinang Masak yang sangat cantik dan terkenal sehingga terdengar oleh seorang panglima yang bernama Tun Telanai yang sudah mempunyai istri namun karena kecantikan Putri Selasih Pinang Masak, Tun Telanai ingin memperistri putri cantik tersebut. Itulah sekelumit cerita yang dibawakan oleh Muthia saat babak penyisihan.

Kalau melihat dan mempelajari para peserta yang tampil rasanya Muthia masih termasuk yang terbaik penampilannya, namun berdasarkan pengalaman yang terdahulu wakil dari Jambi yang terlihat bagus ternyata tidak masuk dalam nominasi 12 besar. Pada saat akan diadakan pengumuman 12 besar, seluruh peserta yang berjumlah 33 orang ini menunggu dengan jantung berdebar-debar termasuk Muthia, bundanya, Ibu Kepala Sekolah juga Ibu Samirdah.

Alhamdulillah ternyata Muthia masuk nominasi 12 besar urutan kedua, Muthia langsung sujud syukur termasuk bunda, Kepala Sekolah dan Ibu Samirdah sebagai pendamping. Ibu Samirdah sendiri mengatakan belum pernah peserta dari Provinsi Jambi Masuk ke 12 besar selama tiga kali ia mendampingi peserta di Jakarta. Ini adalah prestasi terbaik yang dicapai oleh Muthia yang telah mendobrak dominasi peserta dari Pulau Jawa, Bali, Sulawesi termasuk provinsi lain di Pulau Sumatera.

Hari Kamis tanggal 11 Oktober 2012 adalah adalah Final 12 besar, namun karena Muthia adalah peserta yang paling mungil diantara 12 besar ini, ternyata ia kelelahan dan terserang sakit flu berat, ia menangis dan tidak mau tampil lagi di final besok. Bundanya yang begitu mengerti akan putri kesayangannya langsung memeluknya dan sambil memijit-mijit Muthia memberikan obat agar Muthia bisa lekas sembuh, semua kebingungan karena walau bagaimana final adalah sangat penting, namun apa daya Muthia menyatakan tidak mau tampil karena flu dan pusing-pusing kepalanya.

Bundanya dengan begitu tenang dan sabar memberikan motivasi, memberikan semangat agar putrinya lekas sembuh dan mau tampil di final nantinya. Akhirnya Muthia mengangguk walau ia merasa malas dan tidak mau tampil lagi.

Tibalah final Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2012 dimulai, Muthia tampak belum begitu fit, saat final ini Muthia mendapatkan undian nomor 2, ia memakai pakaian layaknya petani, memakai caping dan aksesoris sebagai orang kampung.

Saat Muthia tampil ternyata ia begitu semangat seakan-akan ada energi yang begitu besar masuk ke dalam dirinya, ia sangat percaya diri membawakan cerita favoritnya yang kedua yaitu PUTRI TANGGUK, cerita inilah yang mengkisahkan asal mula Danau Kerinci yang sekarang sangat terkenal di nusantara dan internasional karena keindahannya. Para penonton, peserta dan tim juri sangat menikmati cerita yang dibawakan oleh Muthia yang begitu lantang, lancar, dan menggemaskan, setelah selesai bercerita semua penonton bertepuk tangan sambil mengelu-elukan Muthia, padahal semua penonton berasal dari berbagai daerah.

Singkat cerita tibalah pengumuman para pemenang, semua dari 12 peserta berdebar-debar termasuk Muthia, mulaialah panitia mengumumkan para pemenang mulai dari nominasi ke 12, 11 sampai ke juara harapan. Saat pengumuman juara harapan mulai III, II, dan I, ternyata Muthia tidak termasuk dalam juara harapan, selanjutnya pengumuman Juara III inilah sangat mendebarkan dan ternyata sang juaranya adalah peserta dari Provinsi Gorontalo, suara semua yang hadir sangat riuh dan mendebarkan. Selanjutnya Juara II ternyata dari Provinsi Sulawesi Selatan, muthia kebingungan dalam hatinya bertanya-tanya kok ia tidak mendapatkan apa-apa.

Panitia melanjutkan pengumumannya, dan yang sangat mengagetkan ternyata yang menjadi Juara I adalah Muthia Nur Tsabita, Muthia langsung sujud syukur dengan kondisi badan sangat lemah, seakan-akan tidak percaya termasuk bundanya yang meneteskan air mata, Kepala Sekolah dan Ibu Samirdah sebagai pendampingnya, semuanya bersyukur atas keberhasilan Muthia sebagai wakil dari Provinsi Jambi.

Saking tak percayanya dengan kemenangan di tingkat Nasional ini, ternyata muthia saat sedang sujud syukur langsung pinsan, dan akhirnya Muthia diangkat oleh salah seorang Juri yaitu Kak Atho Tatohirin sambil mengucapkan selamat kepada Muthia si kecil mungil namun memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan.

Penyerahan hadiah dilaksanakan di Kementerian Koperasi UKM gedung SMESCO dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional, pada acara ini dimeriahkan oleh para artis terkenal diantaranya Once, Indra Herlambang Ersa Mayori, Audi, Andra and the Backbone, abang None Jakarta.

Inilah ukiran sejarah pertama Lomba Bercerita tingkat Nasional yang ditorehkan oleh Muthia Nur Tsabita, semuanya tidak menyangka akan sesukses ini. Muthia adalah peserta yang paling mungil, dari Provinsi Jambi yang termasuk mungil juga diantara provinsi lain, namun Jambi jangan berkecil hati karena ternyata sangat banyak memiliki potensi SDM yang handal termasuk Muthia Nur Tsabita.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 11 Juni 2013 19:26 )  
http://perpustakaanjambi.com/images/banner6/header_05.jpghttp://perpustakaanjambi.com/images/banner6/header_02.jpg

Khazanah Arsip

STATISTIK

Content View Hits : 49450

Siapa Online

Ada 1 tamu online

Login Form


BERITA SINGKAT

Website terbaru Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Jambi telah mengudara

design by andihuget - Copyright © 2010. BPAD Provinsi JAMBI